Powered By Blogger

Selasa, 06 Desember 2011

Dampak Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu


Tugas Pelabuhan Perikanan
Dampak Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu,



Pada beberapa hari yang lalu saya mendatangi pelabuhan perikanan nusantara karangantu Serang Banten sebagi tugas observasi kuliah lapang tentang dampak yang ditimbulkan dari perubahan status pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara dengan metode pengambilan data yaitu mendatangi dan melihat langsung kelokasi pelabuhan tersebut kemudian mewawancarai berbagai sumber yang diantaranya bapak Amirullah sebagai kepala seksi pengembangan dikantor pusat pelabuhan perikanan nusantara karangantu serta masyarakat nelayan.
Sebelum dilakukannya pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan nusantara Karangantu. Dahulunya Karangantu Banten, sudah menjadi bandar internasional sejak abad-15 silam. Pelabuhan perikanan pantai Karangantu berdiri pada tahun 1976 berperan tidak lebih sebagai tempat bersandar para nelayan lokal. Unsur dibangunnya pelabuhan perikanan karangantu sendiri yaitu telah terjadinya konflik antara kapal perikanan dengan kapal niaga dipelabuhan kayu yang sekarang bernama pelabuhan perikanan nusantara karangantu yaitu dimana terjadinya bongkar muat kayu yang akan dikirim keluar pulau jawa dan sekitarnya.
Keadaan lingkungan pelabuhan perikanan karangantu mempunyai luas pelabuhan berkisar 2,5 hektar, terletak pada sungai cibanten, provinsi Banten, Kabupaten/Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Desa/kelurahan Banten, posisi geografis 06002’ LS-106009’BT, jarak terhadap ibu kota provinsi 15 km,  jarak terhadap ibu kota kab/kota yaitu 15 km dan dengan kecamatan sebesar 5 m. akan tetapi kapal-kapal nelayan yang singgah di pelabuhan tersebut, baik dari Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa per tahunnya mencapai 20 ribu kapal. 
Dampak positif serta negatif sebelum dilakukan peningkatan status pelabuhan perikanan pantai karangantu menjadi pelabuhan perikanan nusantara yaitu :
a.   Ekonomi     : Dari tahun ke tahun Pelabuhan Karangantu tidak berperan dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Dikarenakan ikan yang telah didaratkan oleh nelayan jenisnya ridak beragam yang disebabnya oleh kapal-kapal yang masuk hanya kapal-kapal yang berukuran 10-30 GT. Sehingga hasil tangkapan ikan masih terbatas.
b.   Biologi         : Biota darat dan perairan masih seimbang dengan lingkungannya.
c.   Sosial          : Kurangnya penyelenggaraan penyuluhan bagi nelayan
d.   Sarana dan prasarana : Fasilitas galangan kapal yang diberikan oleh pelabuhan masih dimiliki oleh pihak swasta sehingga dalm memperbaiki keadaan kapal masih dikenakan biaya
e.   Budaya       : Konflik antara masyarakat nelayan jarang terjadi. Dikarenakan interaksi kegiatan perikanan masih terdiri dari masyarakat lokal ataupun daerah sekitar lokasi pelabuhan
f.    Fisika kimia : pencemaran perairan, kekeruhan serta kualitas air masih terjaga agak baik. Dan kondisi air tanah, perubahan lahan, polusi udara tidak ada

Untuk itu Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Tangkap Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP) Republik Indonesia. mengungkapkan rencana dimaksud. “Pelabuhan Karangantu akan ditingkatkan statusnya dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara,” Hal utama yang melatarbelakangi perubahan PPP Karangantu menjadi PPN adalah mewujudkan pelabuhan perikanan yang akan berperan sebagai pusat pengembangan usaha perikanan dan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan. Daya tarik dan keunggulan pelabuhan perikanan nusantara karangantu yaitu :
·      Memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi selain untuk kegiatan perikanan juga tempat pariwisata
·      Dekat dengan daerah penangkapan (fishing ground), samudra hindia, laut jawa, selat sunda dan perairan lampung
·      Dekat dengan ibu kota negara, sehingga memudahkan memasarkan ikan secara lokal, domestik dan ekspor
Peningkatan status tersebut berbagai hal yang perlu disiapkan adalah :
a.   Dokumen yang diperlukan yaitu naskah akademis mengenai pelabuhan bersangkutan
b.   Surat dukungan dari Gubernur Banten


Dan untuk rencana pengembangan plabuhan perikanan nusantara yaitu dengan melkukan :
a.   Penyediaan dan pertambahan luas lahan minimal 15 hektar yang akan dibiayai oleh APBN, dengan
·      Arah utara lahan BPPT pertanian
·      Arah selatan tambak masyarakat sekitar
c.   Sertifikasi 6.000 meter lahan yang ada di areal Pelabuhan Karangantu.
d.   Peningkatan status struktural pengelola pelabuhan dari eselon IV menjadi eselon III
e.   Penambahan SDM.
f.    Penyediaan sarana dan prasarana seperti air, listrik dan akses jalan.

Status peningkatan ini akan membawa dampak yang sangat baik kepada masyarakat Banten, Dan dipastikan bakal mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Banten, khususnya masyarakat di sekitar pelabuhan tersebut. Apalagi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya laut yang melimpah. Jenis alat tangkap yang beroperasi diPPN krangantu masih termasuk kategori alat tangkap tradisional diantaranya : Jaring rampus, jaring dogol, bagan perahu, bagan tancap, payang, pancing, sero, jaring insang tetap, dan alat tangkap lainnya. Kondisi fasilitas yang terdapat pada PPN karangantu meliputi :
·      Fasilitas pokok : dermaga, turap,
·      Fasilitas fungsional : Water treatment, Pasar ikan, TPI karangantu dengan luas 450 m2, Tempat pengepakan ikan, Kegiatan perbengkelan dengan luas 150 m2, Kegiatan pabrik es, coolstorage, Kegiatan pendaratan ikan, Kegiatan perbaikan kapal, jalan raya
·      Fasilitas penunjang : Mess nelayan, Kantor pelabuhan dengan luas : kantor I 250 m2, kantor II 154 m2, Balai pertemuan nelayan mempunyai luas 125 m2, Rumah dinas PPN karangantu, MCK, poliklinik, mess, kantin/warung, musholla, dsb.
Dampak positif peningkatan dan pengembangan pelabuhan perikanan nusantara antara lain :
a.   Sosial         
·      Karangantu akan dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah yang akan membeli ikan segar, sehingga tidak hanya dikuasai oleh pembeli lokal
·      Banyak dilakukannya kegiatan masyarakat nelayan seperti kegiatan penyuluhan serta pembinaan kepada para nelayan yang dilakukan oleh seorang penyuluh perikanan.
·      Pembinaan pengelolaan masih dibawah perlindungan dan aturan oleh pelabuhan perikanan nusantara karangantu
·      Pengawasan kegiatan perikanan masih terkelola atau terkontol
·      Transportasi perairan yang bertambah dan beragam.
b.   Ekonomi
·      Mengurangi kemiskinan (Pro Poor),
·      Menciptakan lapangan pekerjaan (Pro Job) sehingga tenaga kerja juga akan banyak terserap
·      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Pro Growth) yaitu pembangunan multiplyer effect, dengan kegiatan pasar ikan
·      Harga ikan akan stabil dimana terjadinya laju peningkatan jumlah pembelian terhadap konsumsi permintaan ikan
c.   Biologi
Pertambahannya hutan mangrove yang akan dijadikan sebagi tempat taman mangrove sehingga kelangsungan hidup biota darat maupun biota perairan mampu hidup secara berkelanjutan
d.   Fisika-kimia
Kondisinya tidak terlalu berubah signifikan, dikarenakan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan karangantu masih menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan.
e.   Budaya
·      Terjalinnya persaudaraan antar masyarkat sekitar pelabuhan dengan masyarakat pendantang yang melakukan aktifitas perikanan.
·      Kesehatan serta pendidikan sudah mulai pulih dari sebelumnya terhadap masyarakat sekitar.


e. Sarana dan prasarana
·      Mampu mengakomodir kapal-kapal tuna long line yang beroperasi di Zona Economy Exclusive (ZEE) Samudera Hindia
·      Rencana pengembangan dan pembangunan perluasan lahan yang diantaranya :  dengan rencana jangka pendek yaitu pengerukan lahan disebelah utara yang akan dijadikan sebagi dermaga yang menjorok kelaut. Jangka menengah yaitu menyediakan fasilitas pertambahan serta pengembangan sarana dan prasarana seprti fasilitas lembaga keuangan atau koperasi, tempat SPDN bagi kapal dan perbaikan fasilitas yang ada dipelabuhan tersebut.

Dampak negatif yang ditimbulkan dengan diadakannya pengembangan serta perubahan status pelabuhan perikanan pantai karangantu menjadi pelabuhan perikanan nusantara sebagia berikut :
a.   Biologi : Kondisi sumberdaya ikan semakin berkurang dan sedikit. Sehingga perlunya dilakukan penangkapan sampai ke Palembang, Lampung
b.   Ekonomi : Masih adanya para peminjam modal ilegal yaitu tengkulak, dan dengan prosedur yang membuat nelayan menjadi bertambah miris. Dengan aturan-aturan yang dibuat oleh sitengkulak/peminjam modal tersebut. Misalnya mengenai pembagian hasil tangkapan dari nelayan.
c.   Sosial : Unsur Kegiatan penyuluhan kepada nelayan hanya berjumlah 1 orang dan dalam praktek pelaksanaanya hanya dilakukan satu tahun sekali kepada nelayan mengenai pembinaan dan sosialisasi bagaimana cara penagkapan yang baik serta manajemen pemasaran dan pengolahan hasil perikanan. Pengolahan hasil sumberdaya ikan masih diluar tanggung jawab pelabuhan dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yakni nelayan. Belum adanya pengawasan atau pengontrolan mengenai kegiatan hal yang negatif selama kegiatan perikanan berlangsung. Misalnya hal-hal yang terjadi dalam bongkar muat hasil perikanan dan pasar ikam
d.   Aspek fisika-kimia : Adanya perubahan fungsi lahan yaitu daerah pertambakan perikanan yang akan dibangun area perluasan lahan pelabuhan, pencemaran perairan oleh kegiatan perikanan yang berlebihan dengan ditandai dari kapal-kapal yang mengeluarkan hasil buangannya yang banyak mengandung limbah bagi perairan. Perluasaan area dermaga yang membuat polusi udarapolusi suara.
e.   Budaya : Masih adanya konflik yang terjadi dikalangan masyarakat sekita dengan pendatang yang melakukan aktifitas perikanan, budaya membuang sampah dengan sembarangan masih dilakukan oleh masyakat sekitar pelabuhan yang menimbulkan dampak pencemaran serta kualitas air yang menurun.
f.    Sarana dan prasarana : Belum adanya pembangunan galangan kapal untuk nelayan yang merupakan hak milik dari pelabuhan tersebut. Sehingga masyrakat masih harus mengeluarkan uangnya untuk perbaikan kapal dikarenakan pemilik galangan tersebut dipunyai oleh pihak swasta.pemanfaatan serta pengembangan fasilitas masih terabaikan atau tidak berjalan secara aktif kembali. Misalnya pos pelayanan bea cukai dan perusahaan pelayanan nelayan. Fasilitas penyediaan keuangan atau koperasi masih kurang optimal dijalankan. Sehingga banyak nelayan yang menganggur ketika musim penangkapan berkurang.





Adelaide M.U
4443090564
5.A Perikanan







LAMPIRAN









P1160436
P1160395



 







Gambar 1. PPN Karangantu      Gambar 2. Kantor pelayanan PPN              Gambar 3. TPI PPN                                                         karangantu                                            karangantu






Gambar 4. Perusahaan pelayanan    Gambar 5. Pos pengawasan          Gambar 6. Sampah yang
Rakyat                                                Bea dan Cukai Karangantu       terdapat diperairan pelabuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar