Senin, 17 Oktober 2011

Jurnal isolasi bakteri


Serang, 30 Juni 2011
Praktikum mikrobiologi


ISOLASI BAKTERI
Oleh:
Adelaide Maria Ulfah
4443090564

Dr. Mustahal
Sakinah Haryati, M.Si
Achmad Noer Kharim Putra, M.Si

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
 


ABSTRAK
Telah dilakukan isolasi bakteri terhadap sampel air kran, air akuarium, insang ikan lele, usus ikan lele, dan ikan peda dengan media TSA (Tryptic Soy Agar)  pada tanggal 1 Juni sampai 6 Juni 2011 di Laboratorium pengolahan Jurusan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Metode yang digunakan yaitu metode penggoresan kuadran. Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Tujuan praktikum isolasi bakteri dari lngkungan akuatik adalah untuk mempelajari cara mengisolasi bakteri dari lingkungan akuatik  dengan metode penggoresan kuadran serta mengamati ciri-ciri koloni bakteri tumbuh. Dimana setelah dilakukan isolasi terjadi perbedaan jumlah koloni pada air kran 13 koloni, air akuarium 40 koloni, insang ikan lele 30 koloni, usus ikan lele 3 koloni dan ikan peda tidak tumbuh koloni. Serta perbedaan ciri-ciri koloni dari ukuran yang tebal, tipis, serta warna koloni yang tumbuh pada sampel.
Kata kunci : Isolasi bakteri,  koloni bakteri, air kran, air akuarium, insang ikan lele, usus ikan lele, ikan peda

ABSTRACT
Bacterial isolation had been carried out on samples of water faucets, water aquarium, catfish gill, intestine catfish, and fish traders with TSA medium (Tryptic Soy order) on 1 June until 6 June 2011 in the laboratory processing  of Fisheries Sultan Ageng Tirtayasa University. The method used is the  etching quadrant. Isolation of bacteria is a way to separate or remove certain microbes from the environment to obtain a pure culture or pure culture. Purpose of this practical is s to learn how to isolate bacteria from aquatic environments. With the quadrant method of etching and observing the characteristics of bacterial colonies grow. Where differences occur after the isolation of colonies on the water faucet 13 colonies, 40 colonies of aquarium water, the gills of catfish 30 colonies, three colonies of catfish intestine and fish traders did not grow colonies. And differences characteristic of colonies of the size of a thick, thin, and the color of colonies that grew on the sample.
Keywords: Isolation ofbacteria, colonies ofbacteria, water faucets, water aquarium,catfish gill, intestine catfish, fish traders





I.         PENDAHULUAN

 Dalam kegiatan mikrobiologi pembuatan isolasi dilakukan dengan cara mengambil sampel mikroba dari lingkungan yang ingin diteliti. Dari sampel tersebut kemudian dikultur/dibiakan dengan menggunakan media universal atau media selektif, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk mendapatkan atau menumbuhkan jenis mikroorganisme tertentu, maka dilakukan isolasi. Dengan isolasi inilah dapat diidentifikasi jenis bakteri tertentu baik dari kelimpahan maupun morfologinya. Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal (Pelczar, 1986). Kultur murni atau biakan murni sangat berguna didalam mikrobiologi, yaitu untuk menelaah dan mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk penelaahan ciri-ciri cultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis, memerlukan suatu popolasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Sebelum mengisolasi, harus diketahui mikroba apa yang akan diisolasi dan habitatnya menentukan sampel dan media apa yang akan digunakan.

Ada beberapa metode untuk memperoleh biakan murni dari suatu sampel  tertentu. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah teknik cawan gores dan cawan tuang. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian sedangkan sehingga individu spesies dapat dipisahkan dari lainnya, dengan anggapan bahwa koloni terpisah yang tampak pada cawan petri setelah diinkubasi berasal dari satu sel tunggal. Dan metode lain yang digunakan yaitu cara sebar (spread plate), cara pengenceran (dilution method), serta mikromanipulator (the micromanipulator method) (Lim, 1990). Isolasi bakteri dalam dunia perikanan sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada ikan terutama dalam bidang budidaya dan pengolahan. Dengan cara pengambilan sampel dari jenis ikan air tawar maupun ikan air laut. Identifikasi bakteri yang diisolasi biasa terdapat pada insang ikan, usus ikan, daging ikan maupun kondisi perairannya. Tujuan praktikum dari isolasi bakteri yaitu mempelajari cara mengisolasi bakteri dari lingkungan akuatik dengan metode penggoresan kuadran serta mengamati ciri-ciri koloni bakteri tumbuh.

II.      METODOLOGI
Praktikum Mikrobiologi dengan materi isolasi bakteri dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Juni 2011 mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB di Laboraturium pengolahan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi mengenai isolasi bakteri terdiri dari lup inokulasi (Ose), kaca pembesar dan pembakar spirtus. Dan bahan yang digunakan untuk mengisolasi bakteri yaitu dengan menggunakan media TSA (Tryptic Soy Agar) serta sampel insang lele. Usus ikan lele, ikan peda, air kran, dan air akuarium.
Prosedur dalam praktikum isolasi bakteri yaitu dengan cara menggunakan metode penggoresan kuadran dengan terlebih dahulu dituliskan nama/kelompok dan tanggal pada tutup cawan petri. Kemudian dibalikan cawan petri dan dengan menggunakan spidol dibagi seluruh area dasar cawan petri yang terdiri dari 0, I, II, III. Setelah itu dengan menggunakan lup inokilasi, dipindahkan secara aseptik satu lup organ ikan/sampel air yang telah digerus pada sektor 0 dan digoreskan lup bolak-balik pada permukaan agar (lakukanlah hal ini dengan cara dibuka sedikit saja tutup cawan petri pada sisi yang berlawanan dengan sektor 0). Pijarkan lup dan dibiarkan mendingin, suhu lup dapat diperiksa dengan cara menyentuhkannya pada permukaan agar bagian tepi yang belum diinokulasi, bila mendesis artinya lup tersebut masih panas. Pemijaran lup mematikan sel-sel yang tersisa padanya dan dengan demikian membantu pengenceran jumlah sel. Kemudian pada lup digoreskan pada sector 0 disusul gerakan keluar sektor I, dilanjutkan goresan sampai sektor I penuh terisi goresan yang tidak bertumpang tindih. Setelah selesai pada goresan I untuk mengencerkan biakan dari sektor I dilanjutkan dengan menggores ke sektor II dan sektor II ke sektor III. Setelah itu diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang.

 












Gambar 1. Teknik penggoresan kuadran
III.        HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil perhitungan bakteri dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 1. Hasil isolasi bakteri
No
Kelompok
Sampel
Σ koloni
1
1
Air kran
13
2
2
Air akuarium
40
3
3
Insang ikan lele
30
4
4
Usus ikan lele
3
5
5
Ikan peda
0
Dari data tabel 1. Berdasarkan praktikum isolasi bakteri yang telah dilakukan dalam praktikum mikrobiologi dengan menggunakan metode penggoresan kuadran. Dan hasilnya didapati bahwa terjadi perbedaan jumlah koloni dari setiap sampel yang berbeda, sampelnya terdiri dari air kran, air aquarium, insang dan usus ikan lele serta ikan peda setelah diinkubasi selama 24 jam dalam suhu ruang. Hasil dari penggoresan kuadran yaitu pada kuadran 0 terdapat koloni yang bertumpuk tebal pada media agar yang digores.  Pada kuadran I koloni tampak tidak terlalu tebal dan sedikit terpisah. Kemudian pada kuadran II jumlah koloni semakin sedikit dan mulai terpisah-pisah  selanjutnya pada kuadran III jumlah koloni sangat sedikit dan terpisah.
Perbedaan jumlah koloni tersebut memberikan gambaran bahwa dalam melakukan isolasi bakteri selalu bekerja aseptis supaya tidak terjadinya kontaminasi dari lingkungan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri yaitu suplai zat gizi, Waktu Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Suhu, Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri antara pH 6,0-8,0. Aktifitas air, jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. Dan ketersediaan oksigen.
Bila dilihat pada tabel tersebut pada sampel air akuarium dan insang ikan lele jumlah koloninya lebih banyak bila dibandingkan dengan sampel yang lain. Pada sampel air kran hasilnya koloni tumbuh pada kuadran 0, I, dan II sebanyak 13 koloni dengan ukuran koloni tipis berwarna putih susu.
 





Gambar 2. Hasil koloni pada sampel air kran
 Sedangkan pada sampel air akuarium koloni tumbuh pada semua kuadran mulai dari kuadran 0, I, II dan III yang berwana putih susu  berjumlah 40 koloni dan ukurannya tebal. Walaupun penggoresannya kurang begitu benar.
 





Gambar 3. Hasil koloni pada sampel air akuarium
Selanjutnya untuk sampel insang ikan lele didapati koloni yang tumbuh sama halnya dengan sampel air akuarium yaitu koloni tumbuh pada goresan kuadran 0, I, II dan III dengan ukuran koloni tebal jumlah koloninya sebanyak 30 koloni dan berwarna kuning.
Sampel usus ikan lele hasil yang diperoleh yaitu tampak pada kuadran 0 terdapat koloni yang tumbuh sebanyak 3 koloni, dengan ukuran tebal, berwarna kuning dan berbentuk agak panjang.
 





Gambar 4. Hasil koloni pada usus ikan lele
Dan sampel yang terakhir yaitu ikan peda terdapat perbedaan yang menyendiri dari sampel-sampel yang lain yaitu koloni tidak tumbuh pada semua kuadran, penyebab koloni itu tampak tidak tumbuh kemungkinan didasarkan pada teknik penggoresan yang aseptis sehingga tidak adanya sumber kontaminan dari pengaruh lingkungan. Atau bisa terjadi karena teknik penggoresan yang salah.
Menurut Hadioetomo (1993), pada prinsipnya percobaan isolasi dimulai dengan membuat suspensi bahan sebagai sumber mikrobia. Lalu suspensi tersebut dituangkan atau digoreskan (dengan menggunakan jarum osesteril) pada media yang sebelumnya telah disediakan terlebih dahulu. Dan dalam bekerja selalu menerapkan prinsip aseptis supaya tidak terjadi kontaminan. Metode teknik yang digunakan yaitu dengan cara penggoresan (Streak) yang bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru.

IV.   KESIMPULAN
Dari hasil praktikum mikrobiologi isolasi bakteri dapat disimpulkan bahwa Untuk mendapatkan atau menumbuhkan jenis mikroorganisme tertentu, maka dilakukan isolasi. Dengan isolasi inilah dapat diidentifikasi jenis bakteri tertentu.  Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya sehingga diperoleh kultur murni. Isolasi bakteri yang dilakukan dalam praktikum mikrobiologi terdiri dari sampel air kran, air akuarium, insang ikan lele, usus ikan lele da ikan peda. Dimana setelah dilakukan isolasi terjadi perbedaan jumlah koloni yang tumbuh dan ciri-ciri koloni dari ukuran yang tebal, tipis, serta warna pada sampel. Pada air kran dan air akuarium berwarna putih susu sedangkan insang ikan lele dan usus ikan lele berwarna kuning. Dengan media TSA serta metode penggoresan kuadran yang sama setelah diinkubasi 24 jam dalam suhu ruang.

DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1964. Dasar – dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
Hadioetomo, RS. 1993. Mikrobiologi dasar dalam praktek: Teknik dan prosedur dasar laboratorium. Gramedia pustaka utama. Jakarta.
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta
Zubaidah, Elok. 2006. Mikrobiologi umum. Universitas Brawijaya. Malang


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar