Powered By Blogger

Sabtu, 15 Desember 2012

ikan silver dollar



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.       Latar belakang
Istilah budidaya merupakan sesuatu kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan dengan melibatkan manusia (pengusaha) serta seluruh karakter yang terkait dengannya (secara manusiawi sosial & psikologis, maupun secara kegiatan bisnis/usaha -ekonomi). Kegiatan-kegiatan yang umum termasuk di dalamnya adalah budidaya ikan, budidaya udang, budidaya tiram, serat budidaya rumput laut (alga). Dengan batasan di atas, sebenarnya cakupan budidaya perairan sangat luas namun penguasaan teknologi membatasi komoditi tertentu yang dapat diterapkan.
Akuakultur adalah kegiatan untuk memproduksi biota (organisme ) akuatik dilingkungan terkontrol dalam rangka mendapat keuntungan (profit). Dalam usaha akuakultur mencakup :
a. Pembenihan ikan : Pembenihan yaitu usaha untuk menghasilkan ikan ukuran kebul (benih ukuran 2-3 cm). Usaha ini dimulai dari pemeliharaan induk untuk mencapai kematangan kelamin, pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga pendederan pertama.
b. Pembesaran : Pembesaran sendiri meliputi Efesiensi pakan dan Konversi pakan
c. Nutrisi pakan : Terdiri dari Formula pakan dan Nilai gizi
d. Kualitas air
e. Sistem pengadaan sarana dan prasarana produksi akuakultur : Prasarana produksi yang meliputi Pemilihan lokasi, Pengadaan bahan dan Pembangunan fasilitas produksi sedangkan dari Sarana produksi meliputi Pengadaan induk, Benih, Pakan, Pupuk, Obat-obatan, Pestisida, Peralatan akuakultur dan, Tenaga kerja.




1.2. Tujuan
Tujuan dari akuakultur adalah untuk memproduksi ikan dan akhirnya akan mendapat keuntungan serta memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam hal pangan dan bukan pangan. Secara sfesifik, tujuan dari akuakultur adalah : Produksi makanan, Perbaikan stok alam, Produksi ikan untuk rekreasi, Produksi ikan umpan, Produksi ikan hias, Daur ulang bahan organik dan Produksi bahan industry

























BAB II
PEMBAHASAN


2.1.  Deskripsi ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)
Ikan silver dollar merupakan ikan introduksi yang didatangkan dari sungai amazon, amerika Selatan. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi bukan hanya sebagai komoditi lokal, tetapi juga merupakan komoditi ekspor, sehingga ikan ini mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai ikan komersial.
Permasalahan yang timbul dalam pengembangan ikan ini diantaranya adalah penyediaan benih masih sulit. Salah satu penyebab sulitnya penyediaan benih ini adalah masih sulitnya ikan ini dipijahkan dalam wadah budidaya, derajat penetasan dan kelangsungan hidup larva rendah. Salah satu cara yang telah  dilakukan untuk menanggulangi permasalah tersebut adalah pemijahan secra buatan dengan rangsangan hormonal. Menurut Bellies (2010) klasifikasi ikan silver dollar sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Classes            : Actinopterygii
Ordo                : Characlformes
Familia            : Characidae
Spesies            :  Metynnis hypsauchen

2.2.  Morfologi ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)
Ikan ini termasuk kedalam famili Characidae. Bentuk badannya pipih dan panjangnya dapat mencapai 15 cm. Warna badan dan perutnya perak mengkilap dan agak keabu-abuan pada bagian punggungnya.
Jenis kelamin ikan ini relatif mudah dibedakan setelah dewasa dengan melihat sirip analnya. Sirip anal ikan silver dollar betina agak meruncing dibagian depannya dan berwarna jingga cerah atau merah menyolok bila telah matang gonad. Sedangkan ikan jantannya memiliki sirip anal yang bundar dibagian depannya dan berwarna jingga jika telah matang gonad, tetapi warna ini kurang mencolok dibandingkan dengan betinanya. Ikan ini termasuk herbivora, memakan daun-dauanan seperti selada air dan tanaman air lainnya yang berdaun lunak. Ikan silver dollar sudah dapat dipijahkan pada pH air 6.8-7.0 dengan suhu air 26-30 0C.






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Ko9573c_8GB61sqEtaCV6BZG1N3EZpMtNpzkyIQXDuPZHe298CD8gAkyrvf0nledUBtp5aRV_NQknTnQ53U5dVcf_58in-blOzeY31IA1n04WRzhkY4NR8yAWBOxOIm18mTJkA_Jorbv/s200/sivler+dollar.JPG

Silver Dollar

 








Gambar 1. Ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)

2.3.  Pemeliharaan induk ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)
Pemijahan induk silver dollar jantan dan betina dilakukan secara terpisah dalam akuarium kaca yang berukuran cm yang ditempatkan pada ruangan tertutup. Pemeliharaan secara terpisah ini dimaksudkan agar ikan dapat matang gonad serentak dan tidak terjadi pemijahan liar yang tidak dikehendaki. Akuarium tempat pemeliharaan induk diisi air setinggi 35 cm serta diberi aerasi. Dalam satua kuarium dimasukkan  sekitar 10 ekor induk. Untuk menjaga kualitas air pemeliharaan induk dilakukan pergantian air dua hari sekali sebanyak ¼ bagian atau tergantung kebutuhan.
Pemberian makanan kepada induk dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari berupa larva Chironomus (chu merah) beku atau segar, atau cacing rambut yang diselingi dengan memberikan selada air. Induk ikan dipelihara hingga matang gonad atau siap dipijahkan.
Induk ikan silver dollar yang matang gonad dapat dilihat dari penampakan tepi sirip ekor yang berwarna merah tua kehitaman, operkulum (tutup insang) berwarna kemerahan, dan pada badan tepat dibelakang tutup insang terdapat dua bintik hitam. Bila induk betina kelihatan perutnya yang membesar (gendut).


2.4.  Pemijahan ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)
Ikan silver dollar dapat dilakukan secara alami, akan tetapi waktu terjadinya pemijahan tidak dapat diprediksi dengan baik sehingga relatif sulit untuk menentukan target produksi benih. Oleh karena itu, pemijahan ikan silver dollar ini perlu dilakukan dengan rangsangan hormon. Seperti pada pemijahan dengan rangsangan hormonal yang dijelaskan sebelumnya, induk-induk silver dollar yang akan disuntik ditimbang dahulu untuk mengetahui beratnya dan kemudian menentukan banyaknya hormon yang harus disuntikkan. Hormon yang umum dipakai untuk merangsang pemijahan ikan silver dollar adalah ovaprim.
Penggunaan ekstrak kelenjar hipofisa ikan mas untuk menyuntik ikan silver dollar jarang dipakai, karena ukuran ini relatif kecil sehingga sulit menentukan dosis yang diberikan. Dosis yang diberikan pada ikan silver dollar dengan menggunakan ovaprim yakni memakai dosis 0,7 ml/ kg bobot ikan. Penimbangan ikan diperlukan untuk mengetahui dosis yang digunakan. Untuk bobot yang berbeda dapat menggunakan sistem konversi berdasarkan dosis yang ada.
Untuk mengurangi stres, sebelum dilakukan penyuntikan, sebaiknya ikan dibius terlebih dahulu dengan menggunakan MS-222 dengan konsentrasi sekitar 100 mg perliter air. Setelah ikan dibius, diangkat dan kemudian diletakkan diatas gabus busa tebal. Dengan hati-hati ikan disuntik dibagian daging pungggung yang paling tebal. Diusahakan menggunakan jarum suntik yang paling kecil.
Setelah penyuntikan selesai, ikan dikembalikan lagi ke wadah pemijahan. Wadah pemijahan dapat berupa akuarium dengan ukuran  cm atau bak beton yang diisi air sedalam 25 cm dan diberi tanaman air Hydrilla. Kedalam setiap wadah dimasukkan sepasang induk jantan dan betina. Air dalam wadah pwmijahan dinaikkan tingginya menjadi 35 cm setelah dilakukan penyuntikan kedua.

2.5.  Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva/Benih
Setelah ikan memijah, ditandai dengan banyaknya telur yang tersebar didasar wadah pemijahan, kedua induk ikan diangkat dan dipindahkan kewadah pemeliharaan induk semula. Tanaman Hydrilla dalam akuarium juga diambil dan dibuang. Dan untuk mencegah serangan penyakit, kedalam wadah pemeliharaan induk yang selesai memijah ditambahkan 1-2 sendok garam dapur dan Methylene Blue 1 mg/l.
Telur-telur didalam wadah pemijahan dapat dibiarkan menetas diwadah tersebut, tetapi dapat juga dipindahkan atau disatukan kedalam wadah khusus untuk penetasan telur. Cara memindahkan telur harus dilakukan secara hati-hati agar telur tidak rusak. Pengambilan telur dari wadah pemijahan dapat dilakukan dengan menyiponya dengan selang dan telur yang keluar ditampung di baskon, kemudian telur-telur tersebut dimasukkan ke wadah penetasan.
Kualitas air penetasan tetap dijaga dengan cara mengganti airnya sebanyak 30% setiap hari. Bila telur-telur sudah menetas (sekitar 50-70 jam setelah pemijahan) dilakukan penyiponan terhadap telur-telur yang tidak berhasil menetas untuk menjaga kualitas air tetap baik.
Pemberian pakan kepada larva dilakukan setelah larva berumur 4 hari. Pakan yang diberikan ke larva berupa nauplii Artemia yang baru menetas. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, pagi, siang dan sore hari. Setelah benih agak besar, pakan yang diberikan berupa cacing rambut atau kutu air sampai ikan akan dijual. Selama pendederan ikan dapat dilakukan penjarangan kepadatan agar pertumbuhannya tidak terhambat. Pendederan ikan dilakukan di wadah yang lebih besar seperti akuarium berukuran cm atau bak beton cm.

2.6.  Pembesaran ikan Silver Dollar (Metynnis hypsauchen)
Pembesaran ikan ini dimulai sejak benih berumur 2-3 minggu. Kegiatan pembesaran dapat dilakukan dalam akuarium, bak, maupun kolam semen. Selain akuarium, aerasi tidak dianjurkan diberikan dalam bak dan kolam. Tanaman air pun sangat diperlukan pada pembesaran ikan di kolam terbuka. Fungsi tanaman air tersebut sebagai tempat ikan untuk berlindung.






BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diketahui bahwa ikan silver dollar merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonimis tinggi apabila dilakukan budidaya.  Ikan silver dollar dapat dilakukan pemijahan dengan dilakukan  rangsangan hormon. Setelah telur-telur ikan silver dollar menetas maka dilakukannya pembesaran ikan ini dimulai sejak benih berumur 2-3 minggu. Kegiatan pembesaran dapat dilakukan dalam akuarium, bak, maupun kolam semen dengan tetap menjaga kualitas air sehingga dalam pemeliharaan ikan silver dollar tersebut tetap terkontrol.

3.2.  Saran
Semoga untuk mata kuliah pembenihan ikan selanjutnya kegiatan pembenihan ikan dapat dipraktekkan langsung baik ikan hias maupun ikan konsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar